Dahulu saya merasa ingin mengkonfirmasi dan berusaha meluruskan segala sesuatu yang sebenarnya tidak pernah saya lakukan. Karena begitu kuatnya dorongan hati mengkonfirmasi atas hal-hal tersebut terkadang saya seringkali selalu mencari kesempatan menyampaikan konfirmasi terhadap suatu hal bahkan membuat saya susah tidur. Pernah suatu ketika seseorang berkata kepada saya “mengapa saudara begitu memaksa agar saya yakin kepada anda?”. Perkataan tersebut seakan menyadarkan saya bahwa suatu konfirmasi tidak harus menuntut orang agar selalu yakin kepada kita.
Sejak saat itulah saya selalu lebih memikirkan bagaimana aktivitas yang saya lakukan selalu bisa memberikan sesuatu yang positif bagi kemajuan hidup saya dan saya harapkan juga bagi orang lain. Dengan lebih memfokuskan pada perbuatan yang nyata. Walaupun awalnya sangat sulit, namun lambat laun hal ini telah menyebabkan saya lebih memfokuskan konsentrasi bagaimana aktivitas yang saya lakukan berada pada jalur yang benar dan bernilaiguna bagi kehidupan saya dan orang lain. Saya lebih terfokus dengan hal-hal yang berbau positif yang nyata daripada hanya menebarkan suatu wacana. Ternyata sifat cuek akan hasil yang akan kita dapat lebih memberikan dampak yang begitu signifikan bagi kehidupan yang saya jalani.
Rasa cuek akan suatu tanggapan terhadap sifat yang kita lakukan menghindarkan saya dari beban akan datangnya prasangka-prasangka negatif yang akan datang dari orang lain di sekitar kita. Saya tidak pernah lagi memikirkan bagimana sikap yang akan dilakukan oleh orang lain terhadap sikap yang telah saya ambil. Setelah hampir dua tahun mencoba menerapkan hal ini, ternyata terdapat beberapa produktivitas kinerja. Alhamdulillah jaringan persahabatan semakin banyak dan yang tak kalah penting justru kepercayaan orang lain terhadap saya semakin tinggi. Dari proses networking inilah banyak hal yang telah dilakukan walaupun saya terkadang merasa saya perlu mengatur waktu untuk berinteraksi dalam jaringan tersebut. Saya khawatir dengan selalu menyanggupi banyak hal akan membuat semakin melemahnya networking dengan para rekan kerja saya. Meski demikian dengan sikap ini kita tidak berniat menjaga jarak tapi lebih mempertegas situasi, sehingga tidak ada sesuatu yang diharapkan oleh orang lain ketika kita belum ada kesempatan untuk melakukan komitmen kerjasama.
Nilai yang ingin saya sampaikan dalam catatan ini adalah bagaimana kita lebih memfokuskan mengerjakan hal-hal yang baik yang membangun kemajuan bersama tanpa memikirkan perlakuan dan pandangan yang akan kita dapatkan dari orang lain akan hal-hal yang telah atau akan kita kerjakan. Tentunya selain sifat cuek, masih banyak hal-hal yang mampu membantu kita mencapai kemajuan dalam menjalani kehidupan, semoga catatan ini bisa menjadi salah satu referensi. Amin



Tak terasa puasa telah memasuki hari yang keempat, Selama empat hari menjalani ibadah sholat wajib dimasjid kompleks perumahan kontrakan yang saya tempati, ada sesuatu yang saya rasa berbeda. Masjid yang sehari-harinya biasanya hanya satu shaff jamaah pada tiap kali sholat Maghrib, Isya dan Subuh, selama empat hari ini dipenuhi oleh puluhan warga bahkan sampai membludak ke luar masjid. Sungguh Ramadhan memang disambut antusias oleh umat Islam.